Sejak dulu, meriam-meriam karbit dari kayu keras itu dibunyikan hanya pada saat-saat tertentu, semisal malam takbiran. Hal itu sudah jadi tradisi dan "trade mark" Pontianak sehingga Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, mengajak masyarakat melestarikan tradisi meriam karbit itu untuk mendukung potensi wisata di kota itu.
"Permainan meriam karbit ini boleh dikatakan sebagai permainan yang hanya dimainkan oleh masyarakat tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak yang patut untuk dilestarikan," katanya di Pontianak, Selasa.
Mewakili Pemerintah Kota Pontianak, Paryadi menyimpan harapan besar, permainan meriam karbit itu ke depan bisa menjadi salah satu permainan budaya unggulan di Indonesia.
Pasalnya, tidak hanya banyak menyedot perhatian warga setiap malam Lebaran, meriam karbit juga memiliki latar
